Fenomena majelis ta’lim di indonesia bukan hal baru ,sudah sejak dari zaman dahulu , majelis talim sudah ada khususnya di indonesia bahkan ada yg umurnya lebih tua dari bangsa ini dan di lanjutkan dari generasi ke generasi, dan di dalam majelis ta’lim ini kebanyakan jamaah nya adalah anak-anak muda atau generasi melenial, mereka sudah mulai mengidolakan para ust /habaib yg sekarang lebih sering di sebut murobbi, bahkan mereka rela harus pulang larut malam hanya untuk mendapatkan siraman rohani atau petuah dan nasihat agama dari para ust/habaib yang mengajar di majelis ta’lim tsb
Bahkan ke esokan pagi nya mereka sudah siap-siap kesekolah tanpa ada hambatan dan bersemangat seperti biasa nya, fenomena ini sudah menjadi hal yg lumrah ketika justru anak muda lah yg mengisi penuh setiap majelis ta’lim yg ada di indonesia ini, giroh atau semangat mereka justru menghalau pandangan negatif tentang anak muda jaman sekarang, disaat anak muda lain menikmati masa muda nya dengan cara mereka,ada sekelompok anak muda yang menghabiskan masa muda nya untuk lebih kenal agama yang di anut nya melalui majelis ta’lim.
Ini menunjukan bahwa kesadaran beragama generasi muda indonesia sangat lah tinggi , bahkan melebihi expetasi ,dilihat langsung di lapangan bahwa yang hadir pada acara keagamaan tersebut hampir semua nya adalah generasi muda, mulai dari panitia, sampai jamaah rata-rata adalah para generasi muda yg mencintai agama nya, bahkan para ust atau habaib nya pun ada yang masih muda agar pesan yg di sampaikan di kemas dengan gaya bahasa anak muda yang simpel dan praktis untuk di pahami, tak Cuma laki laki bahkan jamaah wanita juga cukup banyak bahkan majelis2 besar di jakarta seperti majelis Nurul Musthofa dan Majelis Rassulullah sudah mulai memisahkan jamaah perempuan dan membuat majelis khusus nisa (perempuan) , ini menunjukan kesadaran akan beragama khususnnya datang ke majelis ta’lim sanga lah besar di negeri ini
Oleh karena itu Peran majelis ta’lim di masa sekarang sangat lah penting bahkan menyamai peran orang tua, mendidik akhlah mereka agar lebih baik dan menjadikan paraa generasi muda menjadi kenal pada aallah dan rosul nya, bahkan jamaah menghormati para murooby nya seperti mereka menghormati orang tua, dan ini sangat di sambut positif oleh para orang tua yang khawatir akan pergaulan bebas yang sudah merajalela, majelis ta’lim menjadi oase bagi para orang tua yang ingin anak nya bersosialisasi dalam hal positif, bahkan orang tua sekarang mulai mengenalkan majelis talim pada anak nya sejak usia dini, dan tak sedikit yang hadier ke majelis talim dengan membawa anak nya yang masih bayi/balita semata-mata berharap anak ini akan terbiasa dan mencintai allah dan rosul nya dan juga memgidolakan para habaib dan mengharap barokah dari pada mereka di kemudian hari
Potensi ini harus di kembangkan karena peluang nya masih sangat besar, apalagi di tambah dengan fenomena hijrah yang sedang gencar pada masa sekarang ini, ini menunjukan tingkat semangat orang indnesia sedang tinggi dalam mempelajari agama yang di anutnya pasca pristiwa 411 dan 212 , pristiwa tersebut mengetuk hati jutaan ummat dan allah kirimkan hidayah pada mereka dan mereka mulai dengan yang nama nya hijrah, dan langkah awal nya adalah mengisi majelis-majelis talim,
bahkam majelis talim sekarang sangat berkembang pesat dan petumbuhan jamaah yang luar biasa membludak bahkan di ibukota ada ratusan majeis mulai dari bapak-bapak, ibu- ibu dan remaja luar biasa berkembang bahkan menyentuh angka ribuan majelis dan kalau bulan maulid begitu besar antusias masyarakat menyelengarakan bahkan tak kurang puluhan acara tiap malam selama bulan maulid .
Dan pada akhirnya faktor lingkungan lah yang membentuk emntal dan kepribadian anak, kalau anak sering ada di acara majleis talim atau maulid kepribadiannya akan baik karena anak mencontoh apa yang di ajarkan dan biasa melihat yang baik2 dan akan terbawa sampai dewasa dan dalam 10- 20 tahun lagi kita akan melihat hasil nya masyarakat yang bertaka pada allah itu hasil dari didikan majelis talin
0 Comments
Post a Comment