Amerika membalas telak dengan menjatuhkan bom atom di 2 kota penyangga ekonomi jepang yaitu hirosyima dan nagasaki, yang langsung membuat jepang luluh lantah dan kaisar hirosyima dengan berat hati mundur dari ikut campur perang dunia ke 2
Setelah jepang luluh lantah oleh bom atom yang luar biasa , dan kehancuran 2 kota penyangga ekonomi mereka , kaisar tidak bertanya , berapa pasukan yang selamat, atau kesiapan alusista, namun kaisar bertanya , berapa jumlah guru yang selamat,dan sejak saat itu jepang memprioritas kan pendidikan dan wajib belajar kepada rakyat mereka
restorasi pendidika merubah jepang 360 derajat, mereka mewajibkan pendidikan dan mengirim pelajar mereka untuk belajar ke seluruh dunia dan mengerahkan seluruh waktu nya untuk kebangkitan ekonomi dan bisnis, selain bangsa mereka yang rajin dan menghargai waktu, mereka juga berfokus 100 persen untuk kebangkitan ekonomi
dan jepang menggunakan konsep kaizen di negara mereka
Kaizen secara harfiah berarti continuous improvement, alias improvisasi berkelanjutan. Konsep ini, pada awalnya lahir karena kekecewaan orang Jepang yang belajar kepada perusahaan di Amerika. Maksudnya, Kaizen erat sekali hubungannya dengan kesadaran akan pencarian masalah, kreativitas dan penciptaan ide, serta implementasinya. Yang secara sekaligus mengganti mobil buatan Barat yang boros, berat dan mahal. Kaidah ini tentunya sudah dikenal lama oleh kaum cerdik cendekia di kalangan kaum muslimin, karena digunakan sebagai pemutus hasil ijtihad fiqhiyah.
Pada prinsip pokoknya, inilah kaidah bagi sebuah tajdid (pembaharuan) sebagai bekal kebangkitan bangsa. Berdasar spirit kaizen dan tajdid tersebut, bangsa kita sebetulnya memiliki kans besar untuk membangkitkan potensi besar yang selama ini terpendam. Terdapat tiga hal yang pantas dijadikan renungan untuk kebangkitan bangsa. Pertama, modernisasi adalah sebuah keniscayaan. Sebuah bangsa harus akomodatif, dan berenang dalam kenyataan yang jalin kelindan di sekitarnya. Jangan membiarkan sistem ekonomi liberal yang cenderung pada swastanisasi dan privatisasi menjadi acuan bagi regulasi bernegara. Karena itu, mengikuti sistem internasional adalah sebuah keharusan agar Indonesia diterima dengan baik. Kaisar Hirohito juga pernah memerintahkan kepada ibu-ibu korban perang agar segera membentuk bun-ko, yaitu perpustakaan kecil di setiap RT. Selain peraturan negara,
masyarakat juga proaktif secara mandiri membentuk alat produksi pengetahuan itu. Dalam konteks Indonesia, Mahkamah Konstitusi telah mengabulkan permohonan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) agar pemerintah memenuhi anggaran pendidikan minimal 20 persen di APBN. Artinya, pemerintah harus segera merealisasikan dalam APBN, sebagai langkah strategis pencerdasan anak bangsa. Jepang mampu bangkit dengan tetap memegang teguh budaya dan karakter masyarakatnya. Tekun, tegas, patriotik dan toleran, itu beberapa di antara sifat bangsa Jepang. Bangsa Indonesia, terlebih melihat fakta bahwa kita adalah negara terbesar berpenduduk muslim, memiliki nilai kultural yang sangat kuat. Baik budaya lokal asli maupun tuntunan agama yang dianut mayoritas masyarakatnya.
Bedasarkan perinsip kaizen ada hal yang bisa di ambil untuk kemajuan bangsa indonesia
- Modernisasi adalah sebuah keniscayaan. Sebuah bangsa harus akomodatif, dan berenang dalam kenyataan yang jalin kelindan di sekitarnya. Misalnya dalam bidang ekonomi. Saat ini, kapitalisme liberal menjadi ideologi ekonomi paling berpengaruh di dunia. Namun tidak seluruh sisinya baik untuk diambil. Bahkan cenderung lebih banyak negatif akibat eksploitasi yang berlebih. Kemandirian ekonomi berbasis kerakyatan harusnya menjadi acuan pemerintah menyusun undang-undang.Dalam pergaulan internasional baik dalam bidang politik, ekonomi maupun sosial Indonesia harusnya mampu memposisikan diri sebagai bangsa yang berdaulat penuh. Jangan membiarkan sistem ekonomi liberal yang cenderung pada swastanisasi dan privatisasi menjadi acuan bagi regulasi bernegara. Karena itu, lahirnya UU Penanaman Modal Asing (PMA), merupakan sebuah langkah mundur bagi kemandirian bangsa Indonesia. Alih-alih mensejahterakan, justru aset negara akan banyak terbeli. Karena itu, mengikuti sistem internasional adalah sebuah keharusan agar Indonesia diterima dengan baik. Namun, harus ada pemilahan yang baik, sebagaimana prinsip kaizen di atas.
- Adalah masalah kultur. Jepang mampu bangkit dengan tetap memegang teguh budaya dan karakter masyarakatnya. Tekun, tegas, patriotik dan toleran, itu beberapa di antara sifat bangsa Jepang. Ketegasan memegang tradisi ketimuran, menjadikan terpeliharanya norma kesopanan bersama tingginya tingkat pengetahuan yang melekat kuat Bangsa Indonesia, terlebih melihat fakta bahwa kita adalah negara terbesar berpenduduk muslim, memiliki nilai kultural yang sangat kuat. Baik budaya lokal asli maupun tuntunan agama yang dianut mayoritas masyarakatnya. Jika modernitas yang berkelindan di sekitar kita mampu disaring menggunakan norma, nilai dan pandangan budaya bangsa, niscaya kemandirian secara karakter akan terbentuk secara alamiah. Ketika karakter bangsa menjadi kuat, sebagaimana bushido di Jepang, spirit kebangkitan akan menyala terang di dada seluruh anak bangsa.
0 Comments
Post a Comment