Fawaidul Muhtaroh Lil Habib Zain bin Sumaith
*MENYEBUT SEBAGIAN DZIKIR*
1.Seseorang datang kepada Abi Darda' lalu ia berkata: “Wahai Abi Darda', pergilah ke rumahmu! Rumahmu telah terbakar”. Beliau berkata: “Rumahku tidak akan terbakar karena aku mendengar Nabi saw bersabda: “Barang siapa mengucapkan di pagi hari kalimat ini: ,
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَأَنْتَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، مَا شَاءَ اللهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا، إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Maka sesuatu yang tidak ia senangi tidak akan menimpa dirinya dan keluarganya serta hartanya, dan aku telah membacanya hari ini”. Lalu beliau berkata kepada orang yang duduk bersamanya: “Pergilah bersama kami!”. Lalu beliau bangkit beserta orango rang yang bersamanya menuju ke rumah beliau dan ternyata rumah yang berada di sekitar rumah beliau sudah terbakar, sedangkan rumah beliau tidak terkena apa pun <AnisuLMukminin: 104>
2.Barang siapa menjadi miskin, hendaknya ia memperbanyak bacaan
لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
(atau yang semakna dengan pembahasan ini).
3.Kaum Musyrikin menahan anak ‘Auf bin Malik al Asyja' ; yang bernama Salim, maka ‘Auf menemui Nabi saw dan mengadukan kesusahannya kepada Nabi Ia berkata: “Musuh telah menahan anakku dan ibunya merasa khawatir, maka apa yang akan engkau perintahkan pada kami?”. Nabi saw berkata: “Bertakwalah kepada Allah dan sabarlah, dan aku perintahkan kamu dan istrimu untuk memperbanyak membaca:
لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
Kemudian “Auf kembali ke rumahnya dan berkata kepada istrinya:
“Rasulullah menyuruh kita untuk memperbanyak membaca:
لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
Istrinya berkata: Betapa baiknya apa yang telah beliau perintahkan kepada kita”. Maka keduanya membacanya terus-menerus hingga suatu hari musuh lalai dari anaknya, lalu anaknya menggiring kambing milik musuh dan datang dengan membawa kambing tersebut menemui ayahnya, dan jumlah kambing tersebut 4 ribu ekor. <al Jawahir al Lu'luiyyah: 169>
4. Suatu hari, ada seorang Nabi yang memperhatikan kaumnya dan ia melihat kaumnya sangat banyak serta membuatnya kagum. Lalu dalam satu jam, sebanyak 70 ribu orang dari kaumnya meninggal. Maka Allah swt memberi wahyu kepadanya. “Mereka terkena 'ainmu (matamu), andaikan kau menjaga mereka tatkala 'ainmu mengenai mereka sungguh mereka tidak akan binasa” Nabi itu berkata: “Dengan apa aku menjaga mereka?” Lalu Allah memberi wahyu kepadanya: “:Katakanlah
حَصَّنْتُكُمْ بِاْلحَيِّ اْلقَيُّوْمِ اَّلذِيْ لَا يَمُوْتُ أَبَدًا وَدَفَعْتُ عَنْكُمُ السُّوْءَ بِلاَ حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه ِاْلعَلِيَّ اْلعَظِيْمِ.
Hashshantukum bil hayyil qayyuuil ladzii laa yamuutu abadan wa dafa’tu ‘ankumus suu-a bi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil adziim.
Aku melindungi kalian dengan Zat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, yang tidak akan meninggal selamanya. Dan aku menolak keburukan dari kalian dengan kalimat ‘Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim.
5. Di antara hal yang penting bagi seorang murid adalah hendaknya setiap hari dia menekuni membaca
“ يا حيُّ يا قيُّمُ لا إله إلّا أنت
40 kali, karena kalimat tersebut sangat ampuh unntuk mencegah hatinya mati. <Lawaqihul anwar alQudsiyyah: 80>
6.Sayyidina Imam Umar bin Segaf ra memberikan sebuah faidah dalam kitabnya “Tafrijul'Kurub”: “Di antara hal yang diperintahkan dan ditekuni oleh kaum Shalihin adalah membaca:
يا فتّاح يا رزّاق يا كافيْ يا مغنيْ
Yaa Fattaah yaa Rozzaaq yaa Kaafiy yaa Mughniy
sebanyak 100 kali setiap pagi, karena bacaan tersebut sangat mujarrab untuk memperoleh rizki hissy dan ma’nawy. <anvlNujam az-Zahirah: 137> keterangan senada di <alManhal asShaf: 7>
7.Habib Alwy bin Muhammad AlHaddad ra berkata: “Hendak
nya bagi seseorang yang hidup di zaman ini untuk memperbanyak membaca surat alFalaq dan surat an-Naas. Dan seyogyanya juga ia menjadikan salah satu dari keduanya sebagai wirid, karena banyaknya setan dan lintasan lintasan jelek di zaman ini. Di antara yang sering beliau ijazahi dan wasiati di zaman ini adalah memperbanyak membaca asma Allah swt “اللطيف…” paling sedikit 129 kali (dengan cara membacanya <يا لطيف) setiap hari menurut jumlah hurufnya dengan hitungan al-jummall, dan beliau mengatakan: “Hendaknya memperbanyak bacaan tersebut terutama di zaman ini karena banyaknya golongan yang jelek. <al-Fawaid ad-Durriyyah: 39>
8.Dari salah seorang keturunan alJufri yang bertempat tinggal di (Qasam), diceritakan bahwa ia pergi menuju ke arah Jawa dan singgah di daerah Palembang. Lalu penduduk daerah itu memintanya untuk mengajar, tapi beliau menolak, namun mereka tetap memaksanya hingga beliau memulai membaca kitab Risalah dan Safinah kepada sebagian anak-anak dan menetap di daerah itu beberapa waktu. Kemudian sebagian penduduk datang untuk menguji beliau, maka didapati dalam diri habib satu beban, lalu tatkala beliau tidur, beliau bermimpi Habib Abdullah Al-Haddad berkata kepada beliau: “Janganlah takut! Hendaknya kamu membaca wirid kabir (wirid yang agung) milikku di pagi dan sore hari”. Maka beliau menekuni membaca wirid
tersebut. Dan selang beberapa waktu, setiap kali beliau ditanya tentang sesuatu ilmu, beliau pasti bisa menjawab, hingga orang sakitpun jika beliau mengetahui bahwa orang itu akan mati. Beliau akan berkata kepada mereka: “Ia akan mati”, dan jika orang itu akan hidup, beliau berkata: “Ia akan tetap hidup”. <Tuhfatul Ahbab: 252>
9.Barang siapa menekuni pembacaan ratib (karangan Habib Abdullah Al Haddad), niscaya Allah akan mengkaruniakan husnul khatimah baginya. <Kalamul Habib 'Alwy bin Syihab: 2/ 277>.
10.Sebagian orang bijak berkata: “Sesungguhnya di dalam dzikir-dzikir nabawi ada kemanfaatan duniawi dan ukhrawi, karena Nabi lebih mengetahui mengenai kemaslahatan umatnya, dan seperti dzikir nabawi adalah dzikir dzikir yang datang dari para wali. Maka di dalam dzikir dzikir tersebut terdapat kebahagiaan dan penjagaan dari keburukan Akan tetapi hendaknya kita mengutamakan dzikir nabawi daripada dzikir para wali”. (atau yang semakna dengan pembahasan ini).
11» Habib Abdullah Al-Haddad mengatakan: “Tidak dianjurkan untuk menghabiskan seluruh waktumu dengan satu wirid saja, walaupun wirid itu adalah wirid yang paling utama, karena akan terlewatkan darimu keberkahan beberapa wirid yang lain. karena Setiap wirid tertentu memiliki pengaruh di dalam hati, cahaya, pertolongan dan tempat di sisi Allah yang berbeda dengan apa yang ada di wirid yang lain”. <Risalatul Mu'awanah: 35>
0 Comments
Post a Comment