أوصيكم بحفظ اللسان
"Aku mewasiatkanmu untuk menjaga lisan."
Tidak hanya lisan, tapi juga tulisan.
Karena lisan dan tulisan itu sama. Apapun yang keluar dari keduanya adalah cerminan dari hatimu.
Sebagian ulama berkata, yang artinya:
Lisan itu seperti binatang buas. Jika kau penjarakan dia, maka dia akan menjagamu. Jika kau biarkan dia, maka dia akan menerkammu.
Kalau kata Orang Indonesia, mulutmu harimaumu!
Maka, berusahalah kamu sekalian untuk melakukan segala sesuatu yang bermanfaat. Seperti, membaca alquran, berdzikir pada Allah, shalawat, berdakwah, dll.
Dan jagalah kesibukanmu, dari segala sesuatu yang tidak bermanfaat dan akan merugikanmu. Seperti ghibah, namimah (adu domba), mengumpat orang lain, berprasangka buruk pada orang lain, dan sebagainya.
Bahkan Rasulullah menjamin orang-orang yang bisa menjaga lisannya untuk masuk ke dalam surga.
Segala sesuatu yang kita lakukan akan berdampak di hati kita.
Yang baik, dampaknya menjadi cahaya untuk diri kita.
Yang mubah, dampaknya akan menjadikan hati kita keras.
Yang haram, dampaknya adalah menjadikan hati kita gelap, mati!
Perbanyaklah membaca,
يا حي يا قيوم احي القلوب تحيى و اصلح لنا الأعمال في الدين و الدنيا
agar hatimu tidak mati!
Hati-hatilah kalian jika hadir majelis yang isinya ghibah.
Begitu juga di grup. Apalagi yang dighibahin adalah orang alim!
Hakikatnya kita menggunjing orang biasa, itu sama seperti makan bangkai. Apalagi kalau yang digunjing adalah ulama, maka bangkai tadi adalah beracun.
Maknanya, kalian bisa kualat! Bisa tidak lancar semua urusan dan mati سوء الخاتمة !
و العياذ بالله...
Jika kamu mendapat kabar yang buruk tentangmu bagaimana?
Kalau kamu bisa menasehati orang yang membawa kabar buruk tadi, maka nasehatilah.
Tapi, jika kamu tidak mampu, maka janganlah kamu menggunjingnya.
Semoga Allah menyelamatkan kita dari bahaya lisan, di dunia sampai akherat.
📖 Sumber: Kajian Kitab al-Washoya an-Nafi'ah bersama Habib Achmad Jamal bin Toha Baagil.
0 Comments
Post a Comment