Di awal era 2000 an bermunculan sekolah -sekolah elit dengan fasilitas luar biasa mewah, seperti antar jemput, sarana yang sangat lengkap dll, dan banyak sekali sekolah mewah nan mahal berunculan menjadikan pedidikan sebagai bisnis yang menguntungkan, ada harga ada kualitas, seperti materi internasional yang di setarakan dll,  namun di belahan negri lain masih banyak anak yang bahkan bersekola saja harus bersusah payah, menyebrangi sungai dll, kadang ada sekolah- sekolah yang mengadakan study banding ke sekolah biasa, apa maksud nya? study banding atau ajang pamer? bagi sekolah ini study banding tapi bagi siswa bisa jadi ajang pamer , seperti saat perkenalan siswa masing - masing, ya ada yang berego tinggi seperti tidak mau bersalaman dll, ya ini menunjukan bahwa pendidikan menjadikan siswa lebih bersahaja dan rendah hati, bukan ajang pamer atau sebagainya, ada beberapa swasta di jakarta mengadakan study tour atau trip observasi ke suatu desa dan kadang ini juga menjadiakan tempat untuk mengadakan acara study tour dll, namun ini kadang mejadi ajang pamer bagi para siswa dari kota,

semestinya pendidikan mejadikan orang lebih rendah hati dan baik perangai nya dan juga budi pekerti nya bukan menjadikan nya seperti itu, kadang ada masyaakat yang tidak bisa menikmati bangku pendidikan secara menyeluruh dan dengan segala faslitas yang ada, kalau di bandingkan ya sangat jauh berdeda pendidikan yang di dapat orang kota dan di desa, nanmun semua itu sekarang bisa dengan aplikasi belajar yang sedang ramai belakangan ini, jadi siapapun mereka berhak medapat pendidiakn yang sama, tannpa melihat latar belakang apapun,

semestinya inti dari pendidikan adalah budi pekerti , sukses atau tidak nya pendidikan pada seorang anak adalah budi pekerti yang baik bukan hanya sekedar nilai , nilai tidak berguna di masyarakat, kalau nilai budi pekerti baik ya masyarakat akan senang dan begitu pula sebalik nya 

jadi status dan latar belakangv seseorang tidak berpengaruh jika budi pekerti nya jeklek, mau dia orang kaya atau tidak atau pun sebesar apa kalau budi pekerti nya tidak ada maka ya tidak berguna karena adab itu lebih penting dari ilmu , belajar ilmu adab dulu baru seterus nya 

kenapa tidak di buat perizinan nya seperti menerima anak berpretasi secara gratis, banyak sekali anak berprestasi di indonesia tapi sekolah mereka kurang memadai , kenapa tidak di buat beasiswa saja di sekolah- sekolah RSBI bagi siswa berprestasi mulai dari smp dan sma, bayangkan jika potensi mereka di gali dengan fasilitas yang memadai maka indonesia akan memiliki banyakmorang cerdas, dan bisa di salurkan ke beasiswa luar negri dan mereka suatu saat akan membangun bangsa ini,

jika tidak ada sekat di dunia pendidikan maka indonesia akan maju, apalagi dengan  benyak nya sekolah yang bagus seperti di jakarta, kenapa tidak ada program beasiswa bagi yang berperstasi, justru mereka lah yang akan meneruskan dan membanggakan angsa ini,