Tahun 1071, Manzikert menjadi saksi superioritas kaum Muslim, pasukan Turki Saljuk yang dipimpin Alp Arslan, menghabisi pasukan Byzantium dan menawan Kaisar Romanus IV
Kelak, kekhawatiran Byzantium atas kaum Muslim inilah yang akan membuat mereka meminta tolong pada Paus Urbanus II, yang akhirnya melahirkan Perang Salib pada kaum Muslim
Saat Perang Salib I dimulai pada 1095, kondisi kaum Muslim sedang ada di posisi sangat kuat sekali di konstelasi dunia. Namun sayangnya, mereka terjalar penyakit terparah
Memperebutkan kekuasaan, merasa lebih unggul dari yang lain, lebih hebat dan lebih berhak. Semua ashabiyah (fanatisme kelompok) yang sudah dihilangkan Rasulullah, dimunculkan lagi
Maka wajar menurut sejarawan, Perang Salib I yang berakhir dengan dirampasnya Masjid Al-Aqsha, adalah bentuk "hukuman" Allah, untuk mendidik kaum Muslim
Berapa lama hingga Masjid Al-Aqsha dibebaskan kembali? 88 Tahun. Itulah waktu yang diperlukan kaum Muslim yang terpecah-belah untuk sadar, belajar, bersiap, dan menang
Darimana mulainya? Ulama. Maka wajar sejarawan mengaitkan Imam Al-Ghazali yang wafat pada 1111, dan ulama lainnya dengan lengkah-langkah kebangkitan yang terstruktur dan sistematis
Para ulama ini yang menuntun penguasa dan ummat, mendidik mereka dengan pemikiran dan perasaan serupa di zaman Nabi dan para sahabat, hingga kembali kehormatan ummat
Maka Salahuddin bukanlah ksatria tunggal, ia adalah kulminasi dari 88 tahun itu. Yang dimulai dari tinta para ulama, dan pengajaran di banyak madrasah tanpa kenal lelah
Keadaan sekarang sama, kaum Muslim dipecah-belah, bedanya dulu mereka dalam puncak kekuatan, dan kini entah kita berada dalam seberapa banyak kelemahan
0 Comments
Post a Comment