Maulid nabi muhammad setiap tahun nya jatuh pada tgl 12 rabiul awal di kalender hijriah, perayaan maulid nabi muhamad sudah ada sejak abad ke 2 hijriah,

Mengutip www.baznaz.go.id , maulid nabi muhammad, sudah ada sejak abad ke dua merujuk kitab Wafa'ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa" ada juga pembacaan sejarah kelahiran nabi muhammad dilakukan oleh sahabat nabi Salahudin al ayyubi, beliau membacakan siroh tentang kelahiran nabi muhammad untuk membangkitkan semangat jihad para pasukan nya, dan Salahudin al ayyubi membuat kitab tentang maulid yang di tulis oleh syaikh al barzanji(pengarang maulid barjanji), 

Maulid Nabi Muhammad SAW layak diperingati oleh seluruh umat Islam baik sebagai bentuk cinta rasul atau sebagai rasa syukur kepada Allah. Umat Islam merayakan peringatan maulid Nabi dengan rasa gembira dan penuh sukacita dikarenakan telah dilahirkannya seorang pemimpin yang rahmatan lil alamin

Lalu apa dalil yang meladasi peringatan maulid nabi? 

Peringatan maulid Nabi adalah sebuah ungkapan cinta dan gembira kepada Nabi Muhammad SAW. Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW harus berada diatas segalanya, bahkan melebihi kecintaan pada diri sendiri. Berikut dalil yang menunjukkan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW :

لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحبّ إليه من ولده ووالده والناس أجمعين


Artinya:


"Tidak sempurna iman salah satu diantara kamu sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada anaknya, orang tuanya dan seluruh manusia." (HR. Bukhori Muslim).


Merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan perkara besar dan memuliakan Nabi Muhammad SAW. Umat Islam yang merayakan dan memperingatinya akan diberikan kejayaan dunia dan akhirat. Firman Allah Taala:


الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوباً عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأَغْلاَلَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُواْ بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُواْ النُّورَ الَّذِيَ أُنزِلَ مَعَهُ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ


Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.** Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Quran), mereka itulah orang-orang beruntung." (Q.S. al-A'araf: 157).

Jadi akan sangat aneh ketika para wahabi meminta dalil maulid yang jelas jalas ada bahkan tidak mengakui bahwa dalil itu ada ini sudah tanda kemunafikan para salafi wahabi yang menunjukkan kadar keimanan mereka sangatlah rendah