Apa itu salafi wahabi?
Wahabi salafi adalah suatu paham yang berseberangan dengan umat islam pada umum nya, paham ini di sebarkan oleh muhamad bin abdul wahab, dulu mungkin kelompok ini lebih dikenal dengan salafi namun setelah berkambang nya zaman kelompok ini di sebut dengan wahabi,
Pada sejati nya mereka itu tidak mengikuti ulama2 salaf yang selalu mereka kampanyekan namun mereka adalah pengikut muhamad bin abdul wahab ulama yang kontroversi karna fanatik terhadap Ibnu taimiyah
Wahabi salafi berhati jubah dengan mengaku ahlusunnah tanpa ada kata wal jamaah, kadang juga mengaku ahlusunnah wal jamaah di khalayak umum untuk mengecoh
Hal itu diungkapkan oleh Prof. Dr. Said Ramadhan Al-Buthi dalam bukunya, as-Salafiyah :Marhalahaz-zamaniyyah al mubarokah La Madzhab Islami mengatakan bahwa Wahabi mengubah strategi dakwahnya dengan berganti nama menjadi “ Salafi “ karena mengalami banyak kegagalan dan merasa tersudut dengan panggilan nama Wahabi yang dinisbatkan kepada pendirinya, yakni Muhammad ibn Abdil Wahhab.
Untuk menarik minta umat islam wahabi seakan-akan berdakwah dengan cara memerangi syirik, berhala dan mengaku mengikuti sunnah rassulullah padahal mereka sama sekali berbeda degan umat islam secara keseluruhan
Istilah“ salafi “ sebagai nama sekelompok pertama kali muncul di Mesir pascapenjajahan Inggris. Tepatnya, saat muncul gerakan pembaruan Islam (al-Islah ad-Dini) Pan-Islamisme, yang dipimpin oleh Jamaluddin al-Afghani dan muridnya, Muhammad Abduh diakhir abad ke-19 Masehi.
Muhammad Abduh mengenalkan istilah “ salafi “ untuk menumbuhkan rasa patriotisme dan fanatisme yang tinggi terhadap perjuangan umat Islam, selain untuk membendung pengaruh sekularisme, penjajahan, dan hegemoni Barat atas dunia Islam.[7]
Namun, pengertian dan konteks penamaan “ salafi “ sebagaimana yang diperkenalkan Muhammad Abduh berbeda lagi dengan istilah “ Salafi “ yang kemudian digunakan saat untuk menggelari sekelompok orang yang mengkalim dirinya sebagai satu-satunya penerus ajaran as-salaf ash-shalih ( para sahabat Nabi Muhammad SAW, Tabiin, dan Tabi’u at-Tabiin).
dari rahmat-Nya “.[13]
Barulah ketika ayahnya wafat pada tahun 1153 H, Muhammad ibn Abdil Wahhab mulai leluasa untuk menebar kembali ajakannya di kalangan para awam yang lugu dan tak tahu banyak tentang agama sehingga mereka dengan mudah mau mengikuti ajakannya. Ibnu Bisyr dalam kitabnya ‘ Unwan al-Majd pada jilid 1/8 menceritakan tragedi itu. Yang artinya
“ Setelah Syekh Muhammad ibn Abdil Wahhab sampai ke Huraimila, dia berdialog dengan ayahnya dan mengingkari perilaku bid’ah dan kesyirikan yang dilakukan oleh orang-orang bodoh (baca:umat Islam).
Dia banyak mengingkari hal itu dan semua larangan-larangan, sehingga terjadi perang mulut antara dirinya dengan ayahnya. Kekisruhan yang sama juga terjadi antara dia dengan warga kampungnya.
Hal itu berlangsung selama bertahun-tahun sampai ayahnya wafat pada tahun 1153 H. Setelah itu, dia memproklamirkan dakwahnya”. [14]
Atas tragedi tersebut, para ulama mengecap Muhammad ibn Abdil Wahhab sebagai anak durhaka. Terlebih lagi, ayah kandungnya yang seorang qadhi (pakar ilmu fikih madzhab Hambali) dan sangat paham tentang ajaran Islam, juga seluk-beluk masyarakatnya, telah membantah keyakinans esat anaknya yang telah mencap umat islam sebagai pelaku bid’ah dan syirik.
Dakwah Muhammad ibn Abdil Wahhab yang dianggap menyimpang membangkitkan di Huraimila untuk melawan. Dalam satu peristiwa, Muhammad ibn Abdil Wahhab nyaris terbunuh. Kemudian ia melarikan diri ke kota Uyaynah. Di sana ia merapat kepada Emir (penguasa, walikota) kota tersebut dan menikahi gadis dari salah seorang kerabat Emir itu. Dari sanalah ia memulai kembali dakwahnya dengan membid’ahkan amalan-amalan kaum muslimin pada umumnya.
Perkembangan wahabi di Indonesia
Sejak awal tahun 1980-an ,terjadi perkembangan dakwah yang agak berbeda di Indonesia mulai muncul ke permukaan kelompok-kelompok dakwah seperti Tarbiyah ( Ikhwanul Muslimin ), Jamaah Tabligh (JT), Hizbut Tahrir ( HT), Jamaah Islamiyah (JI) dan lain-lain.
Nama salafi mulai populer di Indonesia sekitar tahun 1995 bersamaan dengan terbitnya majalah salafi yang dibidani oleh Ja’far Umar Thalib dan kawan-kawan.
Salafi sebenarnya adalah nama lain dari Wahabi, yang sudah ada sejak abad ke 18 di Dir’iyah, Arab Saudi, yang ditandai dengan adanya upacara sumpah penetapan Ibnu Saud sebagai emir dan Muhammad Ibn Abdil Wahhab sebagai imam urusan agama pada tahun 1744 M. Tahun itu menjadi tonggak awal perjuangan dakwah Wahabi di Arab Saudi hingga ke mancanegara.[17]Dinamakan Wahabi karena dinisbatkan kepada nama pendirinya Muhammad Ibn Abdil Wahhab. Selanjutnya, untuk srategi dakwah, Wahabi berganti nama menjadi salafi
Kesimpulan
atau praktik-praktik yang dilakukan secara radikal. Suatu pilihan tindakan yang umumnya dilihat dengan mempertentangkan secara tajam antara nilai-nilai yang diperjuangkan oleh kelompok (aliran) agama tertentu dengan tatanan nilai yang berlaku atau dipandang mapan pada saat itu.
Karena itu pula, radikalisme sering disejajarkan dengan istilah ekstremisme, militanisme, atau fundamentalisme. Peran Pancasila terlihat sangat dibutuhkan dalam menumpas radikalisme agama di Indonesia.
Pancasila sebagai ideologi berarti suatu pemikiran yang yang memuat pandangan dasar dan cita-cita mengenai sejarah manusia masyarakat dan negara Indonesia yang bersumber dari kebudayaan Indonesia, oleh karena itu Pancasila dalam pengertian ideologi ini sama artinya dengan pandangan hidup bangsa atau falsafah hidup bangsa
0 Comments
Post a Comment