🌺 Ada 4 sebab yang menyebabkan perempuan masuk neraka

قال النبي صلى الله عليه وسلم : اربع من النساء فى النار
١- امرأة بذية اللسان على زوجها ان غاب عنها زوجها لم تصن نفسها وان حضر اذته بلسانها.

٢- وامرأة تكلف زوجها مالا يطيق.

٣- وامرأة لا تستر نفسها من الرجال وتخرج من بيتها متبرجة.

٤- وامرأة ليس لها هم الا الأكل والشرب والنوم وليس لها رغبة فى الصلاة ولا فى طاعة الله ولا فى طاعة رسوله ولا فى طاعة زوجها.

Nabi SAW bersabda : 4 dari perempuan yang masuk neraka.

🌺1- Perempuan yang omongannya keji, menyakitkan hati suami,kalau suaminya keluar rumah dia tidak bisa menjaga harga dirinya,kalau suaminya datang, dia selalu  menyakiti hati suami dengan ucapannya.

🌺2- Perempuan yang selalu memaksa, mendesak suaminya terhadap sesuatu yang suaminya tidak mampu.

🌺3- Perempuan yang tidak mau menutup aurotnya "BERHIJAB" dari pandangan laki laki dan keluar dari rumah dengan gemulaiannya.

🌺4- Dan perempuan yang tidak mempunyai keinginan dalam ketaatan kepada Alloh, ketaatan kepada Rosululloh dan kepada suaminya, keinginannya hanya di dalam makanan, minuman dan tidur yang nyenyak.

Mengapa demikian?
         
1. Tidak Menjaga Diri

“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Surah At Tahrim ayat 6). Allah memerintahkan untuk menjaga diri agar jauh dari siksa neraka bagi pezina, dalam kenyataannya banyak wanita yang tidak menjaga diri seperti bangga berbuat dosa dan tidak menjalankan perintah Allah.

2. Kufur Terhadap Suami

Suami memang bukan sosok yang sempurna, namun ketika suami telah berbuat yang terbaik sesuai kemampuannya dan istri tidak mensyukuri bahkan selalu mencari salah atau mencari kekurangan dan meremehkan hingga tidak melayani suami sebaik mungkin maka baginya adalah siksa neraka sebab istri pada dasarnya memang harus tunduk dan mengikuti suami sebab terdapat keutamaan istri berbakti pada suami.


“ … dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) nescaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (Hadis Riwayat Imam Al-Bukhari).

3. Pakaian Tidak Sesuai Syariat

Pakaian ialah salah satu penyebab banyaknya wanita yang masuk neraka, banyaknya wanita yang begitu bangga memperlihatkan auratnya atau memakai pakaian muslim namun tidak sesuai syariat islam, seperti pakaian yang ketat, menampilkan lekuk tubuh, tipis, dan bahkan penuh warna warna mencolok untuk atau meyerupai kaum kafir sehingga terjerumus dalam dosa yang tak terampuni oleh Allah SWT.


“ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka kerana sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti bunggul unta. Mereka tidak masuk Syurga dan tidak mendapatkan wanginya Syurga padahal wanginya boleh didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (Hadis Riwayat Muslim dan Ahmad).

4. Mengutamakan Kesenangan Dunia

Imam Qurthubi (rahimahu ‘Llah) menjelaskan :“Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Syurga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia”. Wanita yang hanya tertarik mengejar kesenangan dunia seperti uang, harta, jabatan, dll dan lupa akan kehidupan akherat nantinya akan mendapat balasan berupa hidup hina di neraka.


5. Mengingkari Kebaikan Suami

“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” (Hadis Riwayat Nasaie). Wanita yang selalu menuntut suami berhubungan dengan duniawi dan tidak menghargai suami bukanlah sosok wanita yang baik dan tempatnya adalah di neraka sebab ia tidak mengakui kebaikan suami

6. Meminta Berpisah dengan Suami tanpa Sebab

“Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar’ie) maka haram baginya mencium wangi Syurga.” (Hadis Riwayat Abu Daud dan At-Tirmizi ). Wanita yang minta cerai suami tanpa alasan yang diperbolehkan syariat islam dianggap telah berkhianat dan menjadi penyebab untuknya masuk neraka.

7. Menunjukkan Bentuk Tubuh

Ibnul ‘Abdil Barr menyatakan : “Wanita-wanita yang dimaksudkan Rasulullah s.a.w adalah yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan tubuhnya atapun yang menunjukkan bentuk tubuhnya dan tidak menutupinya.” Wanita yang demikian ialah wanita yang merasa sudah benar dalam berpakaian padahal pakainnya tidak sesuai syariat islam.

8. Menampakkan Perhiasan

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka.” (Surah An Nur ayat 310). Sebagai wanita emang diperbolehkan memakai perhiasan, namun hanya di hadapan muhrim dan tidak diperbolehkan menunjukkan atau memamerkan secara berlebihan terlebih dengan tujuan untuk riya atau untuk menarik perhatian.

9. Memakai Wewangian di Luar Rumah

Imam Az-Zahabi rahimahu ‘Llah menyatakan di dalam kitab Al Kabair : “Termasuk dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka dilaknat ialah memakai minyak wangi dengan yang seumpanya jika mereka keluar rumah … .” Minyak wangi yang dipakai wanita di luar rumah menyebabkan orang lain emnjadi tertarik dan menyebabkan fitnah dan hal itu juga menjadi sebab masuk neraka walaupun sering dianggap sebagai sesuatu yang sepele.

10. Berlebihan dalam Berhias

“Dan tinggallah kamu di rumah-rumah kamu dan janganlah kamu bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu.” (Surah Al Ahzab ayat 33). Sering kita emlihat wanita yang begitu berlebihan dalam berhias atau memakai make up untuk dipamerkan di hadapan selain muhrimnya, hal tersebut tentunya dapat menciptakan fitnah dan menimbulkan penyakit hati.

11. Kikir dalam Sedekah

“Bersedekahlah kamu semua. Kerana kebanyakan kamu adalah kayu api Jahanam!” Wanita yang pelit dan lebih mementingkan untuk menggunakan rezeki pemberian Allah untuk segala keperluan duniawi ialah salah satu ciri wanita yang dilaknat sebab tidak menggunakan hartanya di jalan Allah dan tidak mempedulikan sesama atau orang lain yang mmebutuhkan bantuan.

12. Bepergian Tanpa Ijin Suami

 “Menetaplah di rumah kalian ( para wanita ), dan jangan berdandan sebagaimana dandanan wanita-wanita jahiliyah. Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat,dan patuhilah ( wahai para wanita) Allah dan rasul-Nya. (QS Al-Ahzab: 33). Wanita dilarang untuk keluar rumah walaupun dekat tanpa ada ijin dari suami sebab wanita merupakan tanggung jawab dan hak penuh suami.

13. Membuka Aib Orang (Bergosip)

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka ‘memakan daging’ saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”(Al-Hujurat : 12).

Seringkali wanita berkumpul atau bersilaturahmi namun diselingi dengan kebiasaan yang tidak baik yakni bergosip yang lebih banyak membicarakan keburukan orang lain, hal itu adalah kebiasaan yang sungguh membawa kerugian yakni membawa kepada neraka, tentunya menjadi wanita sebisa mungkin harus mampu menjaga tutur kata dan tidak membicarakan terlebih menyebarkan aib orang lain.

14. Iri dan Dengki

“Orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” (At Taubah:125). Wanita memang memiliki emosional yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki laki, wanita lebih senang dipuji dan diberikan sesuatu yang menyenangkan.

Hal itu yang terkadang membuat wanita menjadi sedikit sekali bersyukur dan banyak melihat atau banyak iri dengki pada orang lain hingga ia mengubah apa yang dimilikinya, misalnya ialah ingin memiliki wajah yang lebih cantik atau tubuh yang lebih bagus dengan melakukan operasi plastik padahal hal tersebut dilarang oleh agama kecuali karena sebab kesehatan, hal itu yang menjadi sebab kufurnya mereka pada nikmat Allah dan menjadi jalan ke neraka.

15. Tidak Menjalankan Shalat

Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (HR. Ath Tabrani).

Wanita adalah sosok yang wajib untuk menjalankan shalat dan boleh melakukannya di rumah yang memang lebih baik untuk mereka, namun pada kenyatannya banyak wanita yang lebih mementingkan hal lain seperti bergaul di luar rumah, terlalu sibuk dengan pekerjaan, dsb hingga lalai dalam shalat, sering meremehkan bahkan meninggalkan shalat wajib, hingga ia menjadi sosok yang dilaknat Allah dan masuk neraka.

lalu harus bagaimana? 
maka dari itu para wanita harus bisa menjaga kehormatannya dan juga diri nya dari hal yang tidak di ingin kan  dengan cara berikut

 1. Amalan Dasar sebagai Kewajiban Wanita

Hendaknya wanita menjauhi sifat ciri wanita yang sulit masuk surga, Rasulullah saw bersabda yang artinya : ” Apabila seorang wanita ( istri ) itu telah melakukan shalat lima waktu , puasa bulan Ramadhan , menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya , maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka ( sesuai pilihannya ) . “( HR. Ahmad , Ibnu Hibban dan Thabrani )


2. Shalat 5 Waktu

Allah berfirman : ” Maka dirikankanlah shalat itu ( sebagaimana biasa ) sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang – orang yang beriman ” ( Surah An – Nissa ‘ ayat 103 ) sebab itu wanita harus shalat wajib sepanjang hari.

3. Disiplin dan Tepat Waktu dalam Shalat

Diriwayatkan dari Jabir r.a. katanya , Rasulullah s.a.w. bersabda : ” Perumpamaan shalat lima waktu adalah seperti seseorang yang mandi di sebuah sungai yang dalam yang mengalir di depan rumahnya sebanyak lima kali sehari . ” ( HR. Muslim ). Shalat yang terbaik tentu yang dikerjakan dengan keutamaan mengerjakan shalat di awal waktu.


4. Puasa Wajib

Wanita harus mengerti alasan berpuasa di bulan ramadhan, sebagaimanaDari Abu Hurairah r.a. bersabda Rasulullah s.a.w. maksudnya :: ” Setiap amanalan anak Adam ( manusia ) itu digandakan satu kebaikan dengan sepuluh yang jenisnya hingga 700 kali lipat . Firman Allah s.w.t. ( maksudnya ) : ” Kecuali puasa yang dikerjakan untuk Ku ,

maka Aku – lah yang membalasnya . Dia menahan syahwatnya dan meninggalkan makan karena Aku ” Bagi orang yang puasa itu ada dua kegembiraan , yaitu gembira ketika berbuka ( atau berhari raya ) dan senang ketika menemui Tuhannya kelak . Dan , demi bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum dari bau kasturi . ” ( HR. Muslim )


5. Pintar Menjaga Diri

Sabda Rasulullah s.a.w. yang berarti : ” Sesungguhnya dunia dan seluruh isinya adalah perhiasan dan sebaik – baik perhiasan adalah wanita yang sholehah . ” ( HR. Muslim )

6. Taat Pada Suami


Rasulullah s.a.w. bersabda yang artinya : ” Sebaik – baik istri adalah yang dapat memberikan hati suaminya ketika engkau ( suami ) melihatnya dan ketika disuruh dia menurut perintahmu , dan dia bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu ketika engkau tidak di rumah . ” ( Riwayat Thabrani )

7. Ikhlas Ketika Dipoligami

Sabda Rasulullah s.a.w. maksudnya : ” Apabila datang kepada kamu orang yang beragama dan berakhlak maka kahwinlah dia , kalau tidak akan timbul fitnah dan kebinasaan . Para sahabat bertanya , ” Bagaimana kalau ia telah menikah ? ” Jawab beliau , ” Menikahlah juga ia ( diulang sebanyak tiga kali ) . ” Maksudnya disini bukanlah menjadi satu masaalah bagi pria yang telah menikah untuk melamar dan menikahi seorang wanita . ( berpoligami )

8. Menggunakan Harta di Jalan Allah

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah, no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

9. Berserah Diri kepada Allah

“Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan”.

Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya”. Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan. (Azzukhruf: 68-73)

10. Berbakti pada Orang Tua

Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (syurga), mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. (al Muthafifin, 22-26)

11. Memiliki Rasa Kasih Sayang dan Menyambung Silaturahmi

Misalnya, Rasulullah SAW bersabda : “Allah  Ta’ala berfirman : “Tidak ada balasan kecuali surga bagi  hamba-Ku yang mukmin, yang telah Aku ambil kembali  kekasihnya dari ahli dunia, dan ia hanya mengharapkan pahala dari-Ku.” (HR. Bukhari).  Kemudian, menghilangkan apa yang mengganggu orang, seperti memotong dahan di tengah jalan. “Kulihat ada seseorang yang bersenang-senang di dalam surga disebabkan ia

memotong dahan yang berada di tengan jalan karena mengganggu kaum muslimin yang lewat. (HR. Bukhari). Rasulullah SAW bersabda : “Hai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, hubungkanlah tali persaudaraan, dan salatlah pada waktu manusia sedang tidur, niscaya kamu sekalian masuk surga dengan selamat.” (H.R Turmudzi)

12. Rela Berkorban Demi Anak

Dari `Aisyah ra. Ia berkata : “Kali tertentu ada perempuan Miskin dengan menggendong kedua putrinya mendatangiku, maka aku memberinya tiga butir kurma. Dan ia memeberikan kepada masing-masing anaknya sebutir biji kurma dan yang sebutir lagi sudah di angkat ke mulutnya untuk dimakan, tetapi itu tiba-tiba diminta oleh kedua anaknya, lalu ia membelah kurma itu

menjadi dua bagian dan diberikan kepada kedua anaknya. Saya merasa heran melihat perilaku orang perempuan tiu. Setelah Rasulullah SAW Datang, saya ceritakan kepadanya kejadian itu, kemudian beliau bersabda : “Sesungguhnya Allah telah menentukan surga baginya atau Allah telah membebaskan dari api neraka karena perbuatannya itu.”  (H.R Muslim)

13. Melakukan Segala Urusan dengan Ridho Suami

Suatu ketika, Rasulullah saw menyampaikan pernyataan yang agak mengejutkan para sahabat di Madinah, baik laki-laki maupun wanita. Pernyataan yang mengejutkan itu adalah diantara wanita yang akan menjadi penghuni surga adalah isterinya Al Hathab. Mendengar

pernyataan Rasulullah saw, seluruh penduduk Madinah saling bertanya-tanya satu diantara lainnya. Mereka amat heran, mengapa Rasulullah menyebutkan istri Al Hathab itu, apa sebenarnya keistimewaannya dibanding wanita-wanita lain? Karena mendapat banyak pertanyaan, isteri Al Hathab akhirnya menanggapi berita tentang dirinya.

“Suamiku adalah pencari kayu bakar di bukit, ia menjualnya ke pasar dan ia kembali dari pasar dengan membawa sesuatu yang kami butuhkan sekeluarga. Ia pulang tentu dalam keadaan letih dan lelah serta haus di tenggorokan yang sangat.” “Aku menyadari betapa payah suamiku itu dalam mencari nafkah.

Saat ia pulang ke rumah, sudah kusiapkan air yang dingin sebagai penyejuk dan penghilang rasa haus, makanan untuk menghilangkan rasa lapar juga sudah kuhidangkan, kusambut suamiku itu dengan berdiri, memakai pakaian yang indah dan rapi, tidak hanya itu,

ia kusambut dengan segenap kerinduan seolah-olah lama ia tidak pulang.” “Kuserahkan diriku kepadanya, kalau ia ingin beristirahat dan bersenang-senang kubantu dia dan bila ia menginginkan diri saya, kurebahkan diriku antara dua lengannya bagai anak kecil yang bersuka ria dengan ayahnya.” 

14. Sabar Akan Takdir Allah

Dari Atha’ bin Abu Ribah, ia berkata : “Ibnu Abbas ra. berkata kepadaku : “Maukah saya tunjukkan seorang wanita yang termasuk ahli surga ?” Saya menjawab tentu saja saya mau. “ Ia berkata : “Adalah wanita berkulit hitam yang pernah datang kepada Nabi SAW, waktu itu berkata :

“Sesungguhnya saya mempunyai penyakit ayan, dan aurat saya terbuka karenanya; oleh karena itu mohonkanlah kepada Allah agar penyakit saya sembuh.” Beliau kemudian bersabda : “Apabila kamu mau sabar maka kamu akan masuk surga, dan apabila kamu tetap meminta maka saya pun akan berdoa kepada Allah agar engkau sembuh dari penyakitmu.” Wanita itu menjawab :

“Kalau begitu saya akan bersabar.” Kemudian wanita itu berkata lagi : “Sesungguhnya aurat saya terbuka karenanya, oleh karena itu, mohonkanlah kepada Allah agar aurat saya tidak terbuka.”Maka Nabi pun berdoa untuknya agar auratnya tidak terbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

15. Banyak Bertaubat

Dari Abu Nujaki Imran bin Al-Husain Al-Khuza`iy ra., ia  berkata :”Ada seorang wanita dari Juhainah datang kepada Rasulullah SAW, sedangkan ia sedang hamil karena berzina  dan berkata:”Ya Rasulullah, saya telah melakukan kesalahan,  dan saya harus di had(hukum), maka laksanakanlah had itu pada diri saya.

”Kemudian Nabi SAW memanggil walinya   seraya bersabda: “perlakukanlah baik-baik wanita ini, apabila  sudah melahirkan, bawalah kemari.”Maka dilaksanakan  perintah itu oleh walinya. Kemudian setelah wanita itu  melahirkan, dibawalah ke hadapan Rasulullah SAW Dan  memerintahkan untuk wanita, maka diikatkanlah pakaiannya  untuk dirajam.

Setelah ia mati, maka Rasulullah SAW menyalatkannya.  Namun Umar berkata kepada beliau: ”Ya Rasulullah, mengapa  engkau menyalatkan wanita itu, padahal ia telah berzina.”  Beliau menjawab : “Wanita itu benar-benar bertaubat, dan  seandainya taubatnya dibagi pada tujuh puluh penduduk  Madinah, niscaya masih cukup. Pernahkah kamu  mendapatkan orang yang lebih utama daripada seseorang  yang telah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah Tang  Maha Mulia lagi Maha Agung?” ( H.R Muslim)